Putri Mako Menolak Uang Haknya Rp 18 Milliar dari Kerajaan Jepang

- Selasa, 16 November 2021 | 20:56 WIB
Putri Mako dan Kei Komuro tiba di Bandara International Haneda Tokyo untuk terbang menunju New York, Amerika. ( REUTERS)
Putri Mako dan Kei Komuro tiba di Bandara International Haneda Tokyo untuk terbang menunju New York, Amerika. ( REUTERS)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jepang. Setelah resmi menikah dengan Kei Komuro, Putri Mako menanggalkan gelar bangsawan selaku anak dari Kaisar Jepang.

Kemudian statusnya pun berubah, yakni Putri Mako menjadi warga negara biasa atau rakyat kebanyakan Jepang. Konsekuensinya Putri Mako harus meninggalkan istana, fasilitas, dan tunjangan yang sangat mewah. Dia juga harus meeninggalkan keluarga kerajaan.

Ketika akan meninggalkan istana, Putri Mako diberikan uang sebesar sebesar 1,3 juta dolar atau sekitar Rp18 miliar dari kerajaan Jepang.

Uang tersebut memang hak Putri Mako, sebagai biaya hidup setelah meninggalkan istana dan meninggalkan keluarga kerajaan Jepang. Akan tetapi Putri Mako menolak pemberian uang tersebut.

Usai pernikahan Putri Mako tinggal bersama suaminya Kei Komuro. Saat ini keduanya menetap di Kota New York. Di kota AS itu Putri Mako dan suami tinggal di apartemen.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com bersumber reuters yang berjudul Hidup Sederhana Bersama Suami, Putri Mako Kini Mencari Pekerjaan, keduanya menyewa apartemen mewah di wilayah Hell's Kitchen, Kota New York.

Tak tanggung-tanggung, keduanya harus mengeluarkan dana hingga 4.800 dolar atau setara Rp68 juta untuk biaya sewa apartemen itu.

Kei Komuro saat ini bekerja sebagai petugas hukum di firma hukum di Kota New York.

Sedangkan Putri Mako yang saat ini sudah menjadi warga biasa, akan mulai mencari pekerjaan.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X