Joe Biden akan Bertemu Xi Jinping di tengah hubungan AS-China yang memburuk terkait Taiwan

- Minggu, 14 November 2021 | 17:14 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bersama Presiden China Xi Jinping. ( Reuters/Lintao Zhang)
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bersama Presiden China Xi Jinping. ( Reuters/Lintao Zhang)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-AS. Presiden Joe Biden akan mengadakan pertemuan dengan Presiden China, Xi Jinping secara virtual pada Senin, 15 November 2021.  Departemen Luar Negeri AS mengatakan pertemuan puncak pada hari Senin itu, memberikan kesempatan bagi kedua pemimpin untuk membahas bagaimana mengelola persaingan secara bertanggung jawab antara AS dan China, seraya bekerja sama di bidang-bidang di mana kepentingan selaras.

Pertemuan itu dilakukan karena China tidak menghadiri KKT G20 waktu lalu. Kemudian Pemimpin China menyetujui pertemuan dengan Joe Biden secara virtual akhir tahun. Tetapi akhirnya disepakati melakukan pertemuan antara Joe Biden dan Xi Jinping pada senin depan, 15 November 2021.

Menjelang pertemuan itu sebagian besar sikap Biden mempertahankan pendekatan yang lebih keras terhadap Beijing dibanding pendahulunya Donald Trump meski keduanya mengkhawatirkan kebangkitan China sebagai tantangan utama abad ke-21.

Sikap Biden itu tercermin dari sebuah pernyataan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) bahwa pihaknya telah memperingatkan China atas tekanannya terhadap Taiwan pada Sabtu, 13 November 2021.

Dikutip dari Pikiran Rakyat.Com bersumber KCA yang berjudul Jelang KTT Joe Biden-Xi Jinping, AS Kembali Peringatkan China atas Tekanan terhadap Taiwan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi, menyatakan keprihatinan mengenai berlanjutnya tekanan militer, diplomatik, dan ekonomi China terhadap Taiwan.

Peringatan AS terhadap China atas tekanan di Taiwan itu disampaikan ketika kedua negara itu bersiap untuk melakukan pertemuan puncak yang dinanti-nantikan.

Blinken dan Wang yang berbicara pada hari Jumat untuk membahas persiapan KTT, dilaporkan telah mendesak Beijing untuk terlibat dalam dialog guna menyelesaikan masalah lintas-Selat secara damai, dan dengan cara yang konsisten dengan keinginan dan kepentingan terbaik rakyat di Taiwan.

Hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia itu telah memburuk, baik karena pernyataan AS terhadap Taiwan, maupun karena sejumlah hal seperti perdagangan, hak asasi manusia, dan masalah lainnya.

Sementara itu, militer China pada bulan Oktober lalu telah membuat rekor jumlah serangan ke zona pertahanan udara Taiwan.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X