Pakar Keamanan Siber : Google Chrome Mengambil data Pribadi Penggguna Android

- Selasa, 9 November 2021 | 20:51 WIB
Pengguna diminta hapus browser Google Chrome  (PIXABAY)
Pengguna diminta hapus browser Google Chrome (PIXABAY)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN- Pengguna android sebaiknya menghapus browser Google Chrome. Pasalnya selama ini tanpa disadari, browser Google Chrome mengambil data pribadi pengguna android. Kemudian data pribadi pemegang android itu diteruskan atau dijual kepada perusahaan pihak ketiga tanpa sepengetahuan pemilik data. Hal itu dikemukakan oleh pakar keamanan siber asal Inggris Zak Doffman kepada The Sun, Selasa 9 November 2021.

Himbauan untuk menghapus Google Chrome itu muncul manakala Facebook disinyalir menambang data pribadi penting orang-orang yang menggunakan data akselerometer sebagai sarana untuk menentukan lokasi dan secara diam-diam melacak pengguna aplikasi atau memantau aktivitas.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com bersumber dari The Sun, yang berjudul Pengguna Android Diminta Hapus Browser Google Chrome, Data HP Berisiko Diteruskan ke Pihak Ketiga, Zak Doffman mengungkapkan, ketika Facebook mengumpulkan informasi ini untuk dirinya sendiri, Chrome dengan senang hati mengumpulkannya informasi data penggunan android untuk diberikan kapada pihak lain. Data pribadi yang diambil termasuk informasi yang sangat sensitif tentang setiap aktivitas dan perilaku penggguna android.

Dia menjelaskan berdasarkan penelitian telah diungkap bagaimana browser memungkinkan situs web seluler untuk memanfaatkan sensor gerak perangkat.

Di HP keluaran Apple memang menonaktifkan akses sensor gerak ke default.

Namun, pengguna Android tidak hanya mengizinkan akses sensor gerak, tetapi juga memberi tahu pengguna bahwa pengaturan "disarankan" untuk tetap diaktifkan, kata Doffman.

Peneliti siber, Tommy Mysk memperingatkan sensor gerak dapat diakses oleh semua situs web di Android/Chrome secara default.
Sedangkan di Safari/iOS melindungi akses dengan izin.”

Tak hanya itu, akses ke sensor gerak juga jauh lebih buruk meski membuka Google Chrome saat disetel ke mode penjelajahan pribadi atau "penyamaran".

Tanggapan Google

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X