Presiden Jokowi : Potensi Pasar Digital ASEAN -Korea mencapai 200 Miliar Dolar AS

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 22:54 WIB
Presiden Jokowi hadiri KTT  (Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi hadiri KTT (Sekretariat Presiden)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Bogor. Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ke 22 ASEAN-Republik Korea secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat. Dalam KTT itu Presiden Jokowi mengungkapkan potensi ekonomi digital ASEAN diperkirakan mencapai 200 miliar dolar AS pada tahun 2025. Nilai itu setara dengan Rp 2.825 triliun.

Di samping itu Jokowi juga menyampaikan peluang ekonomi hijau kawasan Asia Tenggara mencapai 1 miliar dolar AS pada tahun 2030. Nilai itu setara dengan Rp14 triliun.

Lebih spesifik Jokowi menyebutkan bahwa potensi pasar digital di Korea diperkirakan mampu mencapai 236 miliar dolar AS hingga tahun 2030 dan berkontribusi 13 persen pada produk domestik bruto. Nilai itu secara dengan Rp3.333 triliun.

Pencapaian potensi di Korea itu dimulai dari proyek The Korean Deal yang meliputi digital dan green economy bernilai 144 miliar dolar AS hingga 2025, terus berkembang sehingga diperkirakan tahun 2030 potensi pasar digital di Korea diperkirakan dapat mencapai 236 miliar dolar AS. Nilai itu berkontribusi 13 persen pada produk domestik bruto.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat yang bersumber Antara yang berjudul Hadiri KTT Ke-22 ASEAN-Republik Korea, Jokowi: Mempercepat Pemulihan Ekonomi, Presiden Jokowi memaparkan bahwa ASEAN dan Republik Korea perlu memanfaatkan potensi besar dari kemitraan di bidang ekonomi hijau dan ekonomi digital demi kesejahteraan masyarakat dunia.
Jokowi menggarisbawahi adanya potensi pada sektor ekonomi digital dan ekonomi hijau yang begitu besar.

“Saya berpandangan kemitraan ini harus fokus pada ekonomi masa depan, yaitu digital dan sustainable green economy (ekonomi hijau berkelanjutan). Potensi sektor ekonomi digital dan ekonomi hijau sangat besar," kata Jokowi.

Joko Widodo turut mengajak negara-negara ASEAN dan Republik Korea untuk fokus mendukung pembuatan kebijakan yang kondusif bagi pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi digital.

Selanjutnya, pembentukan ekosistem yang baik, ekspansi investasi, dukungan alih teknologi, riset, dan pengembangan kedua sektor.

Selain itu, kemitraan ASEAN dan Korea diharapkan semakin memperkuat kerja sama yang konkret di sejumlah bidang, yaitu infrastruktur dan industri hijau.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X