China akan Melarang Perusahaan Swasta berusaha di bidang Penerbitan Media

- Senin, 25 Oktober 2021 | 13:03 WIB
Ilustrasi - Bendera China.  (Pixabay/glaborde7)
Ilustrasi - Bendera China. (Pixabay/glaborde7)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-China. Pihak otoritas China akan melarang perusahaan swasta terlibat dalam perusahaan media di China. Larangan juga berlaku untuk pendirian perusahaan yang menerbitkan ulang berita dari kantor berita asing. Ketentuan itu termuat dalam proposal peraturan yang dirilis baru-baru ini.

Para ahli di lapangan menilai, draf peraturan itu menunjukkan Beijing berupaya menutup suara-suara oposisi secara berkelanjutan. Nampaknya pemerintah China kian mencengkeram semua sektor usaha agar senantiasa senada dengan kebijakan pemerintah.

Dikutip dari Pikiran-Rakyat.com bersumber dari NDTV yang berjudul Bungkam Suara Oposisi, China Berencana Memblokir Investasi Swasta di Media, komentator politik China,Wu Zuolai, menyatakan, Partai Komunis China mencoba mengendalikan semua pemberitaan dengan menguasai seluruh media di China.

Proposal terbaru untuk melarang investasi swasta di outlet berita China telah memicu diskusi di China online. Banyak ahli percaya peraturan tersebut akan menyebabkan penurunan lebih lanjut dari kebebasan media.

Secara tradisional, media seperti surat kabar didanai sebagian besar melalui sektor publik sementara berita online lainnya lebih bergantung pada investasi swasta atau asing.

Cheng Yizhong, yang mengelola situs web berita untuk diaspora Tiongkok di AS, mengatakan pendanaan pemerintah telah menjadi sumber pendapatan utama bagi media di Tiongkok sejak 1990-an.

China terus melakukan sensor, pengawasan, dan propaganda internet ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, menjadikannya salah satu negara terburuk di dunia bagi jurnalis dan 'penjara terbesar' juru tulis, menurut Reporters Without Borders (RSF).

Laporan yang diterbitkan pada bulan Maret tahun ini juga mencatat bahwa Presiden Xi Jinping telah melakukan sensor online, pengawasan, dan propaganda ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak ia menjadi pemimpin China pada tahun 2013.

Cyberspace Administration of China (CAC), sebuah badan yang secara pribadi diawasi oleh Xi, telah menerapkan berbagai tindakan yang bertujuan untuk mengendalikan informasi yang dapat diakses oleh 989 juta pengguna Internet di China. ***

(Nur Annisa/Pikiran Rakyat)

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X