Krisis Air Bersih Parah, Warga Palestina di Jalur Gaza Terancam Kematian karena Airnya Mengandung Racun

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 23:01 WIB
Seorang warga Palestina mengaku bahwa Israel melakukan penyerangan secara membabi buta kepada warga Palestina di perbatasan jalur Gaza (REUTERS/MOHAMMED SALEM/Pikiran Rakyat)
Seorang warga Palestina mengaku bahwa Israel melakukan penyerangan secara membabi buta kepada warga Palestina di perbatasan jalur Gaza (REUTERS/MOHAMMED SALEM/Pikiran Rakyat)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Palestina. Jalur Gaza selalu menjadi perhatian banyak masyarakat International. Konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel memicu krisis air di sepanjang Jalur Gaza.

Blokade Israel yang berlangsung lama dan serangan Israel selama ini, menyebabkan menurunnya kualitas air bersih yang layak konsumsi di Jalur Gaza Palestina. Saat ini 97 % air di kawasan Jalur Gaza sudah tak layak konsumsi. Air tersebut telah terkontaminasi zat-zat berat yang mengandung racun akibat serangan Israel, sehingga tidak aman bagi tubuh manusia. Bahkan air itu dapat mengancam nyawa manusia yang mengkonsumsinya.

Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania dan Institut Global untuk Air, Lingkungan, dan Kesehatan (GIWEH) telah melaporkan krisis air tak layak konsumsi ini ke pada Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC).

Mohammad Shehadeh, dari Euro-Med Monitor, menyampaikan, organisasinya bersama dengan GIWEH mendesak PPB agar turun tangan mengatasi krisis air bersih tersebut.

"Kami ingin menarik fokus Anda pada kerusakan parah dalam keamanan air Jalur Gaza, terutama karena adanya pengepungan berkepanjangan oleh Israel dan diselingi oleh serangan militer," tuturnya pada Middle East Monitor, Selasa (5/10/21).

Krisis air ini juga dikarenakan adanya serangan dari israel pada jalur Gaza bulan Mei lalu yang menargetkan pusat pengelolaan air. Sehingga krisis tersebut menimbulkan banyak macam penyakit.

Menurut data yang ada, seperempat penyakit disebabkan oleh polusi air, dan kematian anak-anak dan bayi dikarenakan penyakit usus karena air yang dikonsumsi telah terkontaminasi.

"Penduduk sipil yang dikurung di daerah kumuh beracun sejak lahir sampai mati dipaksa untuk menyaksikan keracunan secara perlahan anak-anak dan orang-orang terkasih mereka oleh air yang mereka minum," ucapnya penuh keprihatinan melihat  air yang tak layak konsumsi di Gaza itu.

Krisis air ini juga tak terlepas dari adanya krisis listrik yang dialami jalur Gaza.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X