Uni Eropa Menghentikan Bantuan Pembangunan kepada Afganistan karena Perilaku Taliban tidak Menggembirakan

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 08:28 WIB
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al-Saud   menggelar konferensi pers bersama di Riyadh, Arab Saudi, Minggu, 3 Oktober 2021.  (Reuters/ Pikiran Rakyat)
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al-Saud menggelar konferensi pers bersama di Riyadh, Arab Saudi, Minggu, 3 Oktober 2021. (Reuters/ Pikiran Rakyat)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN. Uni Eropa. Negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa UE) menghentikan bantuan pembangunan kepada Afganistan sejak negara itu di bawah kekuasaan Taliban. Negara lain dan Bank Dunia juga mengambil kebijakan yang senada.

Meski bantuan pembangunan dihentikan, tetapi Uni Eropa masih memberikan bantuan kemanusiaan untuk warga Afganistan untukmenghindarai ancaman ekonomi menjadi lebih buruk.Hal itu disampaikan Perwakilan Tinggi Uni Eropa (EU) Urusan Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Josep Borrel. Lebih lanjut Josep Borrell menjelaskan, jika ekonomi Afghanistan runtuh, maka situasi kemanusiaan akan lebih buruk sehingga, ancaman-ancaman teroris diperkirakan akan semakin besar.

Dikutip dari  //www.pikiran rakyat.com/internasional/pr-012728502/tidak-selaras-terhadap-sikap-taliban-uni-eropa-akhirnya-ambil-sikap, yang dilansir dari Reuters, Perwakilan Tinggi Uni Eropa (EU) Urusan Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Josep Borrel menyampaikan, "Jika ekonomi (Afghanistan) runtuh, maka situasi kemanusiaan akan jauh lebih buruk. Tekanan bagi orang-orang untuk meninggalkan negara itu akan lebih besar dan risiko ancaman-ancaman teroris akan lebih besar, dan risiko dari Afghanistan yang mempengaruhi masyarakat internasional juga akan lebih besar," 

Lebih jauh Josep Borrell menilai, perilaku pemerintah Taliban hingga saat ini tidak terlalu menggembirakan.

"Tentu ini sebuah dilema. Karena jika Anda mau berkontribusi untuk menghindari keruntuhan ekonomi sebuah negara, dengan cara tertentu, Anda bisa mempertimbangkan mendukung pemerintahnya... Tergantung perilaku mereka (Taliban). Dan perilaku mereka selama ini tidak terlalu menggembirakan," katanya.

Selain itu Diplomat Uni Eropa itu menyinggungg tentang tentang prospek memulai kembali  pembicaraan nuklir dan berdiskusi dengan pejabat Arab Saudi tentang Yaman dan Afghanistan.

Berbicara tentang kawasan Uni Eropa, dia mengatakan bahwa EU siap untuk menjajaki kesepakatan perdagangan dengan negara- negara Teluk. Josep Borrell menyebutkan bahwa blok negara Eropa itu mendukung upaya modernisasi Arab Saudi. Pasalnya, upaya reformasi sosial dan ekonomi Arab Saudi dibarengi dengan tindakan keras pemerintahnya terhadap perbedaan pendapat.Oleh karena itu, dunia internasional tengah mengawasi Arab Saudi dengan ketat menyusul pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada 2018.

Selain itu, dikatakan bahwa Pemerintah Arab Saudi turut memimpin koalisi militer yang memerangi gerakan Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran selama lebih dari enam tahun. Menggambarkan situasi di Yaman sebagai tragedi yang mengerikan, Josep Borrell menyuarakan dukungan untuk penyelesaian konflik secara damai.

Konflik di Yaman tersebut selama ini dipandang sebagai perang proksi (proxy war) antara Arab Saudi dan Iran di kawasan itu. (Yasa) ***

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X