Akibat dari Penyakit Bawaannya, Seorang Remaja di Brazil Meninggal Setelah Mendapat Suntikan Vaksin

- Rabu, 29 September 2021 | 14:46 WIB
ilustrasi Vaksin Pfizer (istimewa)
ilustrasi Vaksin Pfizer (istimewa)

Suaramerdekapekalongan. Kematian seorang remaja 16 tahun asal Brazil sempat membuat pemerintah Brazil hentikan vaksinasi Covid-19. Pasalnya remaja itu meninggal usai disuntik vaksin jenis Pfizer dosis pertama.

Setelah melakukan penyelidikan, Regulator kesehatan Brazil, Anfisa (22/9) lalu menyimbulkan, kematian remaja tersebut disebabkan penyakit bawaannya. Menurutnya, kematian remaja tersebut tidak dikarenakan vaksin, melainkan penyakit autoimun bawaan yang dideritanya. Penyakit itulah yang menyebabkan pembekuan darah dalam tubuhnya sehingga remaja tersebut meninggal.

Penyakit autoimun tersebut, atau yang lebih dikenal sebagai autoimun trombositopenik trombotik dapat membekukan darah dengan kurun waktu lebih cepat pada penderitanya.

Pembekuan darah tersebut akan sangat berbahaya jika terjadi pada bagian otak, ginjal, dan juga hati. Penyakit ini juga dibilang cukup langka. Oleh karena itu, beberapa peneliti dunia kini mengkhawatirkan efek vaksin terhadap penderita penyakit langka tersebut.

Meski sempat dihentikan oleh pemerintah federal Brazil, namun beberapa bagian tetap melakukan vaksinasi. Hingga kini tercatat ada sekitar 3,5 juta remaja Brazil dengan usia sekitar 12-17 tahun yang telah divaksinasi dengan jenis vaksin Pfizer tersebut.(Meli) ***

disadur dari www.suaramerdeka.com/internasional/pr-041269369/seorang-remaja-di-brazil-meninggal-diduga-karena-vaksin-pfizer-ini-faktanya.

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Suara Merdeka

Tags

Terkini

X