Kanker Prostat Dipengaruhi Faktor Genetika. Begini Cara Mencegahnya

- Sabtu, 5 November 2022 | 15:50 WIB
Ilustrasi, kanker bisa dicegah dengan pola hidup sehat
Ilustrasi, kanker bisa dicegah dengan pola hidup sehat

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Sejumlah pesohor mengidap penyakit kanker prostat. Salah satunya budayawan Arswendo Atmowiloto yang meninggal beberapa tahun lalu setelah berjuang melawan kanker prostat. Kemudian belum lama ini mantan Presiden SBY juga harus menjalani operasi gegara serangan kanker prostat.

Selain itu kanker prostat juga menyerang banyak kalangan lainnya. Tak aneh penyakit tersebut menjadi momok bagi sebagaian besar masyarakat. Lantas seberapa besar ancaman kanker prostat kepada manusia?

Baca Juga: Anggota Komisi IX DPR Dukung Program Vaksinasi Kanker Gratis bagi Siswa SD

Menjawab keresahan itu, Dokter Spesialis Kanker Prostat, Dr. Moammar Andar menjelaskan seputar kanker prostat dalam acara Webinar daring Awam yang digelar RSUP Persahabatan, Sabtu 5 November 2022 yang dipublikasikan di laman rri.co.id.

Menurut Dr. Moammar Andar, kanker prostat terjadi karena salah satunya adanya faktor genetik. Oleh karena itu Moammar Andar menyarankan masyarakat untuk peduli dan sadar terhadap diri sendiri jika ada riwayat dari keluarga.

"Kita harus lebih aware (sadar) jika ada orang tua kita menderita kanker prostat sebelumnya. Selain itu juga faktor usia berpengaruh, semakin meningkatnya usia resikonya akan semakin tinggi," ucapnya.

Sebetulnya, kata dia, orang asia jauh lebih rendah tingkat insiden kanker prostatnya. Hal itu jika dibandingkan dengan Eropa, Afrika, dan Amerika Serikat.

"Kanker prostat tersering di Indonesia nomor 3 dengan insidensinya semakin meningkat pada 10 tahun silam ini. Tentunya lebih sering menyerang lansia diatas 50 atau 60 tahun," katanya.

Baca Juga: Polisi: Panpel Berdendang Bergoyang Diduga Langgar Pasal Kelalaian

Menurutnya, menjaga gaya hidup wajib diterapkan agar mengurangi resiko kanker prostar. Misalnya, kata dia, menjaga makanan sehari-hari dan tidak merokok.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: rri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X