Kandungan SLS Pada Kosmestika dan Sabun Beresiko Bagi Kulit. Agar Aman Perhatikan Hal ini

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:29 WIB
Ilustrasi sabun bayi (Pexels.com/SarahChai)
Ilustrasi sabun bayi (Pexels.com/SarahChai)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Saat membersihkan diri dengan sabun, sampo, pasta gigi, dan ditergen pasti muncul busa. Nah kemunculan busa itu disebabkan senyawa zat yang dikenal Sodium lauryl sulfate (SLS).

Senyawa SLS dibuat dari minyak dan tanaman, seperti kelapa dan minyak sawit. Kendati dibuat dari bahan alami, kandungan SLS menyimpan resiko jika digunakan sebagai produk perawatan kulit.

Lantas, apa sebenarnya bahaya kandungan SLS dalam produk perawatan kulit?

Dikutip dari laman Halodoc kandungan SLS dapat menyebabkan reaksi iritasi bagi sebagian orang. The Cosmetic Ingredient Review melaporkan bahwa kandungan SLS, SLES, dan ALS bersifat iritan pada konsentrasi dua persen atau lebih. Jika seseorang memiliki alergi tertentu, sebaiknya hindari produk yang mengandung SLS lebih dari satu persen.

Baca Juga: Fifi Skin Clinic Gunakan Bahan yang Lebih Aman untuk Perawatan Kulit

Selain itu SLS yang tidak diencerkan dapat menyebabkan beberapa risiko berikut:

Dapat mengiritasi mata.
Berpotensi mengiritasi kulit.
Membahayakan kesehatan paru-paru.
Menimbulkan reaksi alergi, seperti eksim.
Mual, muntah, atau diare jika tertelan.

Jika seseorang memiliki kulit yang sensitif dan rentan terhadap ruam, sebaiknya hindari produk perawatan tubuh yang mengandung SLS. Mereka yang memiliki kondisi kulit seperti rosacea atau psoriasis, juga perlu menghindari paparan SLS.

Hal yang perlu diketahui SLS dan efek negatifnya sangat tergantung pada formulasi yang ada di dalam produk. Sebuah produk yang mengandung SLS mungkin nyaman di kulit, tapi belum tentu produk lainnya juga begitu.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Halodoc

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X