Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023, Begini Prediksi Lembaga Dunia

- Rabu, 7 Desember 2022 | 20:39 WIB
 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan keterangan terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kantor Presiden (SultraNetwork.com/BPMI Setpres/@Lukas)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan keterangan terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kantor Presiden (SultraNetwork.com/BPMI Setpres/@Lukas)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Berbagai lembaga dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023 terbilang baik. Angka pertumbuhannya berkisar antara 4,7 sampai 5,1 persen.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna belum lama ini.

“Berbagai lembaga dunia, baik itu OECD, IMF, World Bank, ADB (Asian Development Bank) itu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kita antara 4,7 sampai 5,1 (persen) di tahun depan,” ujar Airlangga di laman setkab.go.id dikutip Rabu 7 Desember 2022.

Baca Juga: Bertemu Bos ADB, Presiden Jokowi Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Lebih lanjut Airlangga menyebut, prediksi mereka didasarkan pada peningkatan penanganan risiko COVID-19 dan percepatan vaksinasi yang relatif baik, dukungan fungsi APBN fiskal sebagai shock absorber, harga-harga komoditas yang tinggi, dan sukses presidensi G20 yang meningkatkan kredibilitas Indonesia di pasar internasional.

“Kemudian yang kedua, tentu kita memperhatikan lingkungan geopolitik global, inflasi global, scarring effect terhadap inflasi, kemudian cuaca ekstrem, dan terkait dengan inflasi,” tambahnya.

Atas analisa di atas, Airlangga memperkirakan inflasi dapat terkendali di angka 5,34 sampai 5,5 persen sampai akhir tahun. Sebelumnya, inflasi Indonesia tercatat di angka 5,9 persen, 5,72 persen, dan terakhir 5,34 persen.

“Tentu ini yang harus kita perhatikan, dari segi outlook dunia global diperkirakan dari berbagai lembaga global tumbuhnya di 2,2 sampai 2,7 (persen). Jadi Indonesia tumbuhnya mendekati dua kali dari global karena tensi politik, inflasi, suku bunga global, stagflasi masih kelihatan,” imbuhnya.

Sementara itu, ia mengatakan bahwa stagflasi masih terjadi. Jika dilihat dari segi global, ungkapnya, sebanyak 90 negara sudah meningkatkan suku bunga dengan inflasi rata-rata mencapai 12 persen.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X