BI Pastikan Uang Rupiah Digital Akan Menjadi Alat Sah Pembayaran

- Senin, 5 Desember 2022 | 17:07 WIB
 Gedung BI pusat (istimewa/Bi.go.id)
Gedung BI pusat (istimewa/Bi.go.id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Uang Rupiah Digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC) dipastikan akan menjadi alat pembayaran yang sah sekaligus bisa digunakan untuk transaksi belanja apapun termasuk di platform Metaverse.

Hal itu disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta Senin 5 Desember 2022.

"Rupiah digital bisa untuk beli sepatu, bisa untuk beli rumah, mobil, dan untuk beli barang di metaverse. Bedanya dengan uang kertas, saat ini itu tidak bisa digunakan untuk membeli di metaverse," papar Perry. 

Baca Juga: BI Naikkan Suku Bunga Acuan Sebesar 5,25 Persen untuk Tekan Inflasi

Lebih lanjut Perrya menjelaskan bahwa pada prinsipnya rupiah digital sama dengan alat pembayaran berupa uang logam dan kertas.

Menurutnya, dalam rupiah digital juga memuat fitur-fitur yang ada dalam uang kertas dan logam seperti foto pahlawan Soekarno dan Mohammad Hatta, dan logo Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Bedanya, kalau rupiah digital itu semua terenkripsi, NKRI dan fitur-fitur kekayaan Indonesia yang ada dalam uang logam dan kertas. Saat ini dalam bentuk digital, terenkripsi, menggunakan coding yang diintegrated," tuturnya.

Ke depan bakal ada tiga jenis alat pembayaran yang sah di Tanah Air. Pertama, alat pembayaran menggunakan uang fisik seperti uang kertas dan logam.

Baca Juga: BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Nasional Hingga Tahun Depan 5,3 Persen

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X