Sri Mulyani Beberkan Angka Penurunan Pembiayaan Utang Negara

- Kamis, 24 November 2022 | 22:06 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (IG : smindrawati)
Menteri Keuangan Sri Mulyani (IG : smindrawati)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Realisasi pembiayaan utang per Oktober 2022 menurun sebesar 21,7 persen. Hal itu menunjukkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) mulai semakin sehat setelah Kementerian Keuangan melakukan konsolidasi.

Informasi itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada awak media pada Kamis 24 November 2022.

"Ini berarti Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) mulai semakin sehat. Karena kami sudah mulai melakukan konsolidasi," kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Sri Mulyani: Pemerintah Naikkan Cukai Semua Jenis Rokok. Ini Besarannya

Tercapainya situasi itu, Sri Mulyani berharap tren penurunan pembiayaan utang bisa terus dijaga agar konsolidasi fiskal benar-benar bisa berjalan.

Menurutnya, secara rinci realisasi pembiayaan utang per Oktober 2022 berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto senilai Rp500,3 triliun. Atau turun 25,2 persen (yoy) serta pinjaman neto Rp5,7 triliun atau terkontraksi 125,2 persen (yoy). Tahun sebelumnya pada 2021 pembiayaan utang sebesar Rp506 triliun

"Kinerja pengelolaan pembiayaan utang dijaga untuk menghadapi kondisi pasar keuangan yang volatil. Dengan tren suku bunga meningkat dan nilai tukar rupiah yang fluktuatif," ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani : APBN 2023 Didesain Agar Mampu Hadapi Guncangan Ekonomi Global

Adapun beberapa langkah antisipatif pembiayaan utang yang diambil. Antara lain target penerbitan utang tunai melalui lelang pada triwulan IV diturunkan mempertimbangkan kondisi kas pemerintah.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: rri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X