BUMN Gandeng Muhammadiyah Lakukan Percepatan Industri Obat Herbal. Ini Tujuannya

- Jumat, 18 November 2022 | 22:50 WIB
Ilustrasi; Erick Thohir Menteri BUMN (bumn.go.id)
Ilustrasi; Erick Thohir Menteri BUMN (bumn.go.id)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Solo. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Muhammadiyah bersepakat akan melakukan percepatan industri obat herbal. Tujuannya agar jadi bagian penting dari industri obat nasional. Implementasinya BUMN akan memastikan bahwa obat herbal yang banyak diproduksi oleh unit usaha atau kader Muhammadiyah yang telah lolos kualifikasi. Selanjutnya obat herbal tersebut akan menjadi salah satu materi yang digunakan oleh rumah sakit.

Hal itu diungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir di tengah acara memperingati Muktamar Muhammadiyah di Solo, Kamis 17 November 2022.

Baca Juga: Presiden Jokowi Dorong APEC Wujudkan Peta Ketahanan Pangan Hingga 2030

Dilansir dari rri.co.id, Erick Thohir mengatakan BUMN menggandeng Muhammadiyah dalam rangka mendorong kemandirian ekonomi umat melalui kolaborasi BUMN dan Muhammadiyah terkait industri obat herbal yang halal dan aman.

"Dengan Muhammadiyah tadi kita berbicara bagaimana mengintervensi industri obat herbal yang selama ini banyak potensinya. Tapi obat herbal tersebut tidak bisa masuk ke rumah sakit atau bisa menjadi bagian dari industri obat nasional," ujar Erick.

Selain industri obat, kerja sama BUMN dan Muhammadiyah juga bergerak di sejumlah sektor. Misalnya, kerja sama di bidang finansial, UMKM, dan lain sebagainya.

Menurut Erick, layaknya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah adalah pilar penting dalam mendorong bangkitnya ekonomi umat.

Dia berharap kerja sama dengan Muhammadiyah dapat menumbuhkan tumbuhnya pelaku usaha dari kalangan umat. Ini terutama yang terkait dengan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Sama halnya dengan NU, dengan Muhammadiyah juga kita mendorong kerja sama dengan UMKM. Saya rasa banyak kader Muhammadiyah yang masuk (program Pertashop). Sedangkan dari finansial kerjasamanya dengan BSI," ujar Erick.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: rri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X