Di Forum ASEAN BAC, Presiden Jokowi Tawarkan Solusi Hadapi Ancaman Krisis

- Kamis, 10 November 2022 | 20:54 WIB
Presiden Jokowi didampingi Menlu Retno Marsudi mengikuti pertemuan pemimpin ASEAN dengan ASEAN-BAC, di Hotel Sokha, Phnom Penh, Kamis (10/11/ 2022). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Presiden Jokowi didampingi Menlu Retno Marsudi mengikuti pertemuan pemimpin ASEAN dengan ASEAN-BAC, di Hotel Sokha, Phnom Penh, Kamis (10/11/ 2022). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Kamboja. Di tengah situasi dunia dilanda gelombang krisis, perekonomian di ASEAN tetap positif. Meski demikian, kawasan ASEAN tetap perlu mewaspadai adanya ancaman krisis. Peringatan itu disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat berbicara dalam pertemuan pemimpin ASEAN dengan ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC), di Hotel Sokha, Phnom Penh, Kamis 10 November 2022.

“Total GDP ASEAN masih di atas 3 triliun Dolar AS dan ASEAN ekonomi terbesar ke-5 dunia. Dalam situasi guncangan finansial ini, tentu kita semua harus waspada. Kemitraan dunia usaha dan pemerintah harus makin diperkuat. Sektor swasta memiliki peran sangat penting,” ungkap Presiden Jokowi.

Baca Juga: Agenda Kerja Presiden Joko Widodo dalam Hari Pertama di Kamboja

Dalam angka pendek, Presiden Jokowi mendorong untuk memperkuat resiliensi ekonomi ASEAN. Hal ini memerlukan countermeasures dan kebijakan makroprudensial pemerintah yang adaptif untuk stabilkan keuangan dan stimulasi pergerakan ekonomi.

“Sektor swasta juga harus forward looking, artinya cermat melihat krisis, berhati-hati, tapi bergerak cepat untuk adaptasi. Kecepatan dan ketepatan beradaptasi jadi kunci resiliensi ekonomi ASEAN,” ucap Presiden Jokowi.

Kemudian dalam jangka panjang, Presiden Jokowi menekankan pentingnya peningkatan daya saing ASEAN dimana kuncinya adalah inovasi.

“Inovasi pastikan kita kompetitif di masa depan. Ekonomi digital dan ekonomi hijau adalah masa depan ASEAN. Ekonomi digital mampu tingkatkan produktivitas dan perluas akses pasar, sementara ekonomi hijau pastikan ASEAN terus tumbuh dan berkelanjutan,” jelas Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga mengemukakan pentingya sektor UMKM bagi perekonomian ASEAN. Ada lebih dari 90 persen dunia usaha di kawasan adalah usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM), di mana di Indonesia sendiri terdapat 65 juta UMKM.

“Kemajuan UMKM sangat berdampak pada ekonomi ASEAN, untuk itu sinergi kita menjadi sangat krusial untuk makin diperkokoh,” ujar Presiden Jokowi.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Setkab

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X