Pidato HUT RI ke 77, Presiden Jokowi Sebut Neraca Perdagangan Indonesia Surplus. Ini Angkanya

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:28 WIB
Presiden Jokowi menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka HUT Ke-77 Proklamasi Kemerdekaan RI, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (16/08/2022) pagi. (Foto: Humas Setkab/Rahmat)
Presiden Jokowi menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka HUT Ke-77 Proklamasi Kemerdekaan RI, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (16/08/2022) pagi. (Foto: Humas Setkab/Rahmat)

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Jakarta. Saat ini situasi global menghadapi situasi sulit akibat Pandemi Covid 19 dan perang Rusia-Ukraina. Banyak negara mengalami krisis ekonomi dengan tingginya inflasi dan rendahnya pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, di tengah situasi global sulit, situasi ekonomi Indonesia terkendali. Tren pertumbuhan ekonomi mampu positif pada angka 5,44 persen dan infasi sekitar 4,9 persen.

Hal itu dipaparkan Presiden Joko Widodo dalam Pidato HUT RI ke 77 di hadapan Sidang Tahunan MPR bersama DPR dan DPD di Nusantara Jakarta pada Selasa, 16 Agustus 2022.

Baca Juga: Pidato HUT RI ke 77, Presiden Joko Widodo Komitmen Tuntaskan 5 Agenda Besar

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa di tengah beratnya tantangan krisis global, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh positif dan neraca perdagangan juga alami surplus sekitar Rp 364 triliun.

“Ekonomi berhasil tumbuh positif di angka 5,44 persen pada kuartal II tahun 2022. Neraca perdagangan juga surplus selama 27 bulan berturut-turut, dan di semester I tahun 2022 ini surplusnya sekitar Rp364 triliun,” ujarnya.

Disebutkan bahwa inflasi Indonesia juga berhasil dikendalikan di kisaran 4,9 persen, di bawah rata-rata inflasi ASEAN.

“Angka ini jauh di bawah rata-rata inflasi ASEAN yang berada di sekitar 7 persen. Jauh di bawah inflasi negara-negara maju yang berada di sekitar 9 persen,” ungkap Presiden Jokowi.

Lebih dari itu, Presiden Jokowi menyebut sampai pertengahan tahun 2022 ini, APBN juga surplus Rp106 triliun. Dengan surplus itu maka di tahun 2022, kata Jokowi, pemerintah mampu memberikan subsidi BBM, LPG, dan listrik sebesar Rp502 triliun agar harga energi di masyarakat tidak melambung tinggi.

“Capaian tersebut patut kita syukuri. Fundamental ekonomi Indonesia tetap sangat baik di tengah perekonomian dunia yang sedang bergolak. Di satu sisi, kita memang harus tetap waspada dan harus tetap hati-hati. Namun di sisi lain, agenda-agenda besar bangsa harus kita terus lanjutkan untuk meraih Indonesia Maju,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X