Penghasilan Petani Milenial Lebih Besar Daripada Pegawai Kantoran

- Senin, 27 September 2021 | 22:32 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berkesempatan meninjau lokasi pertanian yang dikembangkan oleh petani milenial dengan konsep smart farming melalui penggunaan teknologi, dalam agenda kunjungan kerja di Klaten, Jawa Tengah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berkesempatan meninjau lokasi pertanian yang dikembangkan oleh petani milenial dengan konsep smart farming melalui penggunaan teknologi, dalam agenda kunjungan kerja di Klaten, Jawa Tengah

KLATEN. suaramerdeka.com.-Petani millenial lebih menguntungkan daripada pegawai kantoran. Pasalnya petani milenial dapat memperoleh penghasil yang lebih besar dibanding gaji pegawai kantoran. Hal itu disampaikan Petani Milenial, Hartoyo  kepada Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto di Klaten, Jawa Tengah (24/9).

Dalam kunjungan kerjanya di Klaten, Airlangga Hartarto menyempatkan diri untuk berbincang dengan petani milenial itu yang sebelumnya seorang pekerja kantoran di Ibu Kota Jakarta. Lebih lanjut Hartoyo berkata, dirinya memilih untuk mengubah profesinya karena menjadi seorang petani milenial lebih menguntungkan dan memiliki penghasilan yang lebih besar dari pekerjaannya sebelumnya. Penghasilan petani bisa lebih besar berkat aplikasi smartfarming yang diinstal pada ponsel pintarnya dalam melakukan bercocok tanam selama tiga bulan. Kepada Menko Airlangga, Hartoyo juga menceritakan pengalamannya mengoperasikan aplikasi smartfarming.

Perlu diinformasikan, waktu lalu pemerintah telah membuat program Milenial Smarfarming dalam rangka meningkatkan perekonomian desa hingga nasional. Aplikasi itu bertujuan untuk mengimplementasikan pertanian cerdas dengan penerapan digitalisasi pertanian dengan Internet ofThings (IoT) yang membentuk ekosistem pertanian dengan pembukaan akses pasar kepada petani sehingga penghasilan petani terjamin. Dengan smartfarming  setiap hektar bisa menghasilkan  antara 6-7 ton per hektare, dan bisa panen 2 kali. Dengan harga gabah rata-rata Rp 5 ribu perkg maka petani milenial dapat mengantongi penghasilan Rp 35 juta tiap panen.

Selain itu, program ini juga memperkuat kelembagaan petani milenial yang dilakukan oleh berbagai stakeholder. Aplikasi smartfarming, yang dapat diunduh pada ponsel pintar setiap petani itu dibuat dengan adanya sensor cuaca yang dapat membantu para petani dalam mengatasi tantangan perubahan cuaca atau iklim. Aplikasi juga dapat memberi banyak informasi seperti pencatatan sistem bertani, pedoman budidaya, dan penanganan atau pengolahan pertanian yang baik seperti mengurangi pemakaian pupuk dan air.

Keunggulan lain dari aplikasi ini yaitu, meningkatkan efisiensi pertanian dengan lebih mudah dan hemat namun dapat menghasilkan panen secara maksimal, disamping itu petani juga dapat dengan mudah mendapatkan akses mitra dan pasar yang tepat.

Aplikasi smartfarming diluncurkan oleh sebuah perusahaan rintisan anak bangsa, yang sebelum diluncurkannya aplikasi tersebut, konsep smartfarming 4.0 ini mendapatkan juara pertama pada Hermes Award kategori Start-up pada gelaran Hannover Messe pada tahun 2020 silam.

"Program MillennialSmartfarming diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian dalam rangka untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi nasional sebagai dampak adanya pandemi Covid-19,” ungkap Menko Airlangga. Selanjutnya Menko Airlangga bersama dengan Wakil Bupati Klaten dan Direktur Hubungan Kelembagaan BNI mencoba menanam padi menggunakan Treventer, sebuah mesin menanam otomatis. Menko Airlangga juga berbincang dengan ibu-ibu petani yang sedang menanam padi secara tradisional. Pada kali itu, Menko Airlangga menanyakan perkembangan pertanian dan juga menjelaskan bantuan pemerintah khususnya KUR yang bisa diambil para petani untuk semakin mengembangkan pertaniannya.(Meli)

Sumber:"https://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/airlangga-millenial-smartfarming-diharapkan-tingkatkan-ketahanan-pangan-dan-pemulihan-ekonomi-akibat-pandemi"www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/airlangga-millenial-smartfarming-diharapkan-tingkatkan-ketahanan-pangan-dan-pemulihan-ekonomi-akibat-pandemi

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X