Sebanyak 16 Karya Budaya Jateng Ditetapkan Sebagai WBTb. Apa Saja?

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 23:24 WIB
Kerajinan Tenun Troso / jatengprov.go.id
Kerajinan Tenun Troso / jatengprov.go.id

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Semarang. Baru-baru ini Kemendikbud-Ristek telah menetapkan 16 budaya asal Jawa Tengah sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) (Intangible Cultural Heritage) 2022. Dengan tambahan itu menjadikan total 119 karya budaya asal Jateng yang berpredikat WBTB nasional.

Ke-16 budaya Jateng itu antara lain adalah, Wayang Wong Ngesti Pandowo, Warak Ngendog, Telur Mimi Kendal, Barongan Kudus, Jenang Kudus, Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus, Tenun Troso Jepara, Tempe Kemul Wonosobo, Baritan Asemdoyong, Ngabeungkat Dawuan, Batik Salem Brebes Jawa Tengah Kemahiran dan Kerajinan Tradisional, Kirab Malam 1 Suro Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Teater Rakyat Menoreh Cilacap, Payung Juwiring, Putaran Miring Gerabah Melikan, dan Kitab Primbon Haji Syekh Imam Tabbri Sragen.

Baca Juga: Jodoh Cocok Bagi Weton Kamis Kliwon Berdasarkan Jumlah Neptu

Informasi itu disampaikan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Eris Yunianto di laman jatengprov.go.id dikutip pada Kamis, 6 Oktober 2022.

Menurut Eris, penetapannya dilakukan secara daring pada Jumat, 30 September 2022.

“Tahun 2022 Kita mengusulkan 16 WBTB ke tingkat nasional untuk diuji, dinilai dan dikaji kalayakannya. Dari usulan itu, diakui semua oleh Kemendibudristek Dikti jadi karya budaya berpredikat nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut Eris menjelaskan, pengusulan karya budaya memeroleh predikat WBTB dilakukan secara berjenjang. Mulai dari pemerintah kabupaten/ kota dengan didukung dokumen atau saksi budaya. Selain itu, untuk memeroleh gelar itu, sebuah kebudayaan minimal telah membudaya di masyarakat selama 50 tahun. Setelah itu, usulan akan disampaikan ke Kemendikbud RI melalui Disdikbud Provinsi Jateng.

Dengan penetapan ini, upaya pelestarian budaya-budaya tersebut justru harus lebih serius. Mengingat, jika tidak lestari titel WBTB bisa dicabut oleh Kemendikbud RI.

Oleh karena itu, ia meminta warga dan pemerintah setempat serius dalam melestarikan budaya-budaya tersebut. Karena, setelah ditetapkan sebagai WBTB, budaya tersebut bisa menjadi benchmark atau acuan bagi produk kebudayaan tersebut.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: jatengprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X