Mengapa Masyarakat Kita Suka Meledek Etnis Lain? Simak Analisanya

- Selasa, 19 Juli 2022 | 20:26 WIB
Rahmat Patuguran / you tube
Rahmat Patuguran / you tube

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Kolom. Ada banyak humor etnis di sekitar kita. Jumlah yang melimpah itu menggambarkan bahwa kita suka meledek dan menertawakan etnis lain.

Di Indonesia, etnis minoritas adalah yang paling sering jadi sasaran.

Etnis Madura sering jadi guyon karena distereotipkan bodoh, suka ngeyel, dan - baru-baru ini - juga distereotipkan "mudah jatuh cinta" dengan logam.

Baca Juga: Budaya Gawai Adat Dayak di Kapuas Hulu Hadirkan Banyak Wisatawan

Etnis Tionghoa juga sering jadi ledekan dengan gambaran komikal sebagai kelompok yang pelit, kurang nasionalis, juga kurang relijius.

Etnis Jawa, walaupun mayoritas, juga sering jadi sasaran dengan stereotip muna, terlalu lelet, dan cenderung malas.

Kenapa ya, kok, kita suka meledek etnis lain? Leon Rappoport (2015) menawarkan dua alasan.

Pertama, kita cenderung menafsirkan sesuatu yang asing dan lain dari diri kita sebagai bentuk ancaman atau setidaknya berpotensi menjadi ancaman. Entah itu tampilan, bahasa, atau perilaku. Meledek yang asing itu merupakan upaya kita mengakrabi sekaligus merepresi yang asing itu agar potensi ancamannya bisa dikendalikan.

Kedua, bahkan dengan orang yang sangat dekat sekalipun, kita sering menemukan perkataan dan perilaku yang asing. Kita menggunakan ledekan untuk mengurangi agar perilaku aneh dan asing agar tidak muncul lagi.

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X