Budaya Gawai Adat Dayak di Kapuas Hulu Hadirkan Banyak Wisatawan

- Jumat, 1 Juli 2022 | 21:01 WIB
Budaya Gawai Suku Dayak di Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan / gesuri.id
Budaya Gawai Suku Dayak di Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan / gesuri.id

SUARA MERDEKA PEKALONGAN-Kapuas. Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan memiliki potensi wisata yang menarik perhatian masyarakat mancanegara. salah satunya budaya gawai adat Dayak.

Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menilai budaya gawai sebagai bagian kegiatan wisata memiliki daya tarik besar. Buktinya saat gelaran gawai Raa Lamba’ Lalo, mengundang banyak pengunjung yang turut hadir menyaksikan. Kegiatan Gawai Dayak itu berasal dari suku Dayak Taman.

“Kita bisa melihat begitu banyak pengunjung baik itu wisatawan lokal, wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara datang ke sini karena ingin meliha langsung bagaimana pelaksanaan gawai Raa Lamba’ Lalo ini. Dan ini menjadi salah satu potensi kita untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Kapuas Hulu yang akan terus kita kembangkan,” ungkap Fransiskus Diaan kepada wartawan.

Baca Juga: DPRD DKI Jakarta Ingatkan Anies Soal Usulan Nama Jalan Ali Sadikin

Lebih lanjut Fransiskus Diaan menerangkan bahwa gawai Raa Lamba’ Lalo merupakan upacara adat menurut tata cara adat istiadat dari suku Dayak Taman yang bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada leluhur yang telah meninggal dunia agar mendapatkan kekekalan yang abadi.

"Tentu kami selaku pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan ini karena ini merupakan salah satu kekayaan adat istiadat dan budaya Kabupaten Kapuas yang sungguh beragam. Ini baru dari salah satu suku dayak saja yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu, tetapi masih banyak suku-suku dayak di Kapuas Hulu ini seperti Dayak Iban, Dayak Kayan, Dayak Kantuk dan yang lainnya yang mana mereka memilik adat istiadat yang berbeda-beda, sehingga ini menjadi ini merupakan kekayaan budaya adat istiadat yang perlu dipertahankan, terus dilestarikan terutama bagi kaum muda kita," ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama satu ini memiliki rangkaian acara dari menabur bunga di makam leluhur, perjalanan melewati sungai menggunakan perahu hias, maliliti pandung dan penombakan hewan persembahan, pemotongan umpang, acara adat pasiap dan acara adat mambaris, acara adat siamasan, dan acara adat terakhir pemotongan pandung.

Diketahui baru-baru ini digelar gawai Raa Lamba’ Lalo keluarga besar Almarhum W. Giling dan Almarhum M.T Samban. Dalam acara itu dihadiri Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan bersama Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus Pr.

Baca Juga: Weton Selasa Kliwon Berwatak Anggoro Kasih. Simak Penjelasannya

Halaman:

Editor: Haryoto Bramantyo

Sumber: gesuri.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X